Tari Tor-tor Seni Budaya Sumatera Utara


IG: @bless.dancer

Kala kita dengar kata“ Tor Tor Batak” hingga kita hendak membayangkan sekelompok orang( Batak Toba) yang menari( manortor) diiringi seperangkat perlengkapan musik tradisional( gondang sabangunan), dengan gerakan tari yang riang gembira, melenggak- lenggok yang monoton, yang diadakan pada suatu acara suka ataupun duka di daerah Tapanuli. 

IG: @bless.dancer

Tari Tor Tor ini pula sangat populer hingga ke penjuru dunia, ini teruji dari banyaknya wisatawan manca negeri ataupun lokal yang mau belajar tarian ini, perihal ini disebabkan warga Batak yang berangkat merantau juga dengan bangga senantiasa menunjukkan Tari Tor Tor Sumatera Utara ini dalam kegiatan perhelatannya.

Tari Tor Tor ialah salah satu tipe tari yang berasal dari suku Batak di Pulau Sumatera. Semenjak dekat abad ke- 13, Tari Tor Tor telah jadi budaya suku Batak. Ditaksir tersebut dikemukakan oleh mantan anggota anjungan Sumatera Utara 1973- 2010 serta ahli Tari Tor Tor.

Tadinya, tradisi Tor Tor cuma terdapat dalam kehidupan warga suku Batak yang terletak di kawasan Samosir, kawasan Toba serta sebagian kawasan Humbang. Tetapi, sehabis masukknya Kristen di kawasan Silindung, budaya ini diketahui dengan budaya menyanyi serta tarian modern. 
IG: @bless.dancer

Di kawasan Pahae diketahui dengan tarian gembira serta lagu berpantun yang diucap tumba ataupun pula biasa diucap Pahae do mula ni tumba.

Tadinya, tarian ini biasa digunakan pada upacara ritual yang dicoba oleh sebagian arca yang dibuat dari batu yang telah dimasuki roh, setelah itu arca batu tersebut hendak“ menari”.

Tipe Tari Tor Tor:

Tor Tor Pangurason ialah tari pembersihan yang dilaksanakan pada kegiatan acara besar. Tetapi saat sebelum acara besar tersebut dilaksanakan, posisi yang hendak digunakan buat kegiatan acara besar harus dibersihkan dengan media jeruk purut. Ini diperuntukkan, pada dikala acara besar berlangsung tidak terdapat bencana yang terjalin.

Tor Tor Sipitu Cangkir ataupun diucap pula Tari 7 Cangkir. Tor Tor ini dilaksanakan pada kegiatan penaikan raja. Tor Tor Sipitu Cangkir menggambarkan 7 gadis yang berasal dari khayangan yang turun ke bumi serta mandi di Gunung Pusuk Buhit serta pada dikala itu pula Pisau 7 Sarung( Piso Sipitu Sasarung) tiba.

Tor Tor Tunggal Panaluan yang ialah sesuatu budaya ritual. Setelah itu terdapat Tor Tor Tunggal Panaluan yang dilaksanakan pada dikala upacara ritual apabila sesuatu desa lagi dilanda bencana. Buat Tor Tor ini, penari dicoba oleh para dukun buat memperoleh petunjuk dalam menanggulangi bencana tersebut.

Saat ini ini Tari Tor Tor jadi suatu seni budaya bukan lagi jadi tarian yang lekat hubungannya dengan dunia roh. Sebab bersamaan berkembangnya era, Tor Tor ialah fitur budaya dalam tiap kehidupan adat suku Batak.

Penari Tor Tor SumateraDalam perihal tata busana tari Tor Tor sangatlah simpel. Seorang yang mau menari Tor Tor dalam suatu acara yang diiringi, lumayan dengan mengenakan ulos yang ialah tenunan khas Batak. Ulos yang digunakan terdapat 2 berbagai, ulos buat ikat kepala serta ulos buat selendang. Tetapi motif ulos yang hendak digunakan wajib setimpal dengan acara yang diiringi.

Tidak hanya simpel dalam perihal busana, Tor Tor pula simpel dalam perihal gerakan. Gerakan tangan serta kaki yang lumayan terbatas ialah salah satu karakteristik tarian Tor Tor Sumatera Utara. Hentakan kaki dari penari bergerak menjajaki iringan magondangi. 

Magondangi sendiri terdiri dari bermacam perlengkapan musik tradisional ialah gondang, tagading, suling, terompet batak, ogung( doal, panggora, oloan), sarune, odap gordang serta hesek. Sebagaimana disebutkan di atas kalau gerak Tor Tor Batak berbeda dalam tiap tipe musik yang diperdengarkan serta berbeda pula gerak Tor Tor pria serta gerak Tor Tor wanita.

Bagi para pemerhati Tor Tor, kalau Tor Tor yang dilakonkan pula dibedakan antara Tor Tor Raja dengan Tor Tor Natorop. Sedangkan fitur lain dalam kegiatan tortor Batak umumnya wajib terdapat orang yang jadi pemimpin kelompok Tor Tor serta pengatur kegiatan/ juru bicara( paminta gondang), buat yang terakhir ini sangat diperlukan keahlian buat menguasai urutan gondang serta jalinan perkata dan umpasa dalam memohon gondang.

Bagaimanapun pula, Tor Tor Batak merupakan bukti diri seni budaya warga Batak yang wajib dilestarikan serta tidak sirna oleh pertumbuhan era serta peradaban manusia. 

Tari Tor Tor Batak memiliki nilai- nilai etika, moral serta budi pekerti yang butuh ditanamkan kepada generasi muda. Serta ini ialah tugas kita bersama bagaikan masyarakat negeri Indonesia supaya tidak terdapat lagi seni budaya asli aset nenek moyang bangsa kita yang diklaim oleh negeri lain. 
Baca Juga

Author

Admin Admin JelajahSumatera.com Berbagi kisah, Tips and trik seputar wisata Pulau Sumatera.

Post a Comment