BIARO BAHAL, DESTINASI WISATA SEJARAH EKSOTIK DI SUMATERA UTARA

JelajahSumatera - Pada Kesempatan kali ini kami mendapatkan sebuah kiriman cerita dari seorang teman mengenai BIARO BAHAL, DESTINASI WISATA SEJARAH EKSOTIK DI SUMATERA UTARA.

Gambar: Biaro Bahal
Ada berbagai destinasi wisata menarik di provinsi Sumatera Utara. Danau Toba, dataran tinggi Karo, Berastagi, dan Istana Maimoon di kota Medan adalah beberapa tempat wisata utama dan sudah sangat populer di provinsi ini. Lalu sudahkah anda mendengar tentang Biara Bahal atau Biaro Bahal ? Ya, objek wisata yang satu ini memang belum terlalu banyak dikenal orang. 

Namun bila anda tertarik menjelajah sebuah objek wisata yang relatif masih sangat tenang dan bernilai sejarah tinggi, maka Biara Bahal akan sangat cocok untuk anda kunjungi. Biara Bahal adalah sebuah candi Budha yang diperkirakan dibangun pada abad ke 11 saat kerajaan Sriwijaya mencapai era keemasannya. Kata Biara atau Biaro sendiri merupakan sinonim dari kata Candi. Tak banyak artefak sejarah berupa candi di pulau Sumatera. 

Objek wisata ini juga dikenal sebagai Candi Portibi, menyesuaikan dengan nama kecamatan tempat bangunan antik ini berdiri. Maka jika anda berniat mengunjungi biaro Bahal, pengalaman berbeda adalah garansi yang akan anda peroleh untuk memperkaya cerita petualangan anda.

Biara Bahal terletak di desa Bahal. Sebuah desa kuno yang berada di kecamatan Portibi kabupaten Padang Lawas provinsi Sumatera Utara. Kabupaten Padang Lawas terletak di perbatasan timur provinsi Sumatera Utara. Letak geografis yang menguntungkan itu membuat destinasi wisata ini juga cocok dikunjungi oleh wisatawan dari provinsi tetangga seperti Sumatera Barat dan Riau karena jarak tempuhnya yang tidak terlalu jauh. 

Biaro Bahal adalah alternatif yang idela bagi warga di kepulauan Sumatera yang sangat ingin berwisata sambil menapaktilasi jejak sejarah. Tak perlu jauh-jauh ke pulau Jawa untuk melihat langsung sebuah candi sebab pulau kita pun memilikinya. Walau tak seterkenal candi Borobudur atau Candi Prambanan, namun esensi dan keunikan Biara Bahal tak kalah dengan candi-candi besar tersebut.

Untuk menuju Biara Bahal, perjalanan anda hanya dapat dilakukan melalui jalur darat. Dari kota Medan, perjalanan ke lokasi bersejarah ini dapat ditempuh selama 10 jam. Walau perjalanan menuju Padang Lawas terbilang cukup jauh, tapi pemandangan yang ditawarkan selama perjalanan akan menebus semua lelah yang anda rasakan.

Rute perjalanan yang akan anda lalui akan melewati tepian danau Toba yang sangat indah. Sedangkan bagi wisatwan dari wilayah Sumatera Barat, melalui jalur darat perjalanan menuju Biaro Bahal hanya berjarak 7  jam saja dari lota Lubuk Sikaping, ibukota kabupaten Pasaman yang berabatasan langsung dengan provinsi Sumatera Utara. Sedangkan dari provinsi Riau, perjalanan menuju Biaro Bahal bisa ditempuh selama 10  jam dari kota Pekanbaru. Bagi warga Riau yang tinggal di kabupaten Rokan Hulu perjalanan akan semakin singkat sebab kabupaten ini langsung berbatasan dengan Padang Lawas.

Tak sulit untuk menemukan letak objek wisata ini. Wilayah Portibi hingga desa Bahal terletak dijalan besar yang bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Bagi warga Padang Lawas, kebereradaan Biaro Bahal merupakan suatu identitas dan kebanggaan tersendiri sehingga masyarakatnya akan sangat kooperatif memberi petunjuk arah. Hal ini akan membantu anda untuk mendapat informasi yang jelas tentang lokasi Biaro Bahal jika anda baru pertama kali berkunjung ke wilayah Padang Lawas. 

Dari simpang Portibi, perjalanan anda hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai di desa Bahal. Jika anda sudah sampai di Bahal, maka itu artinya perjalanan anda telah sampai dan anda telah  tiba di gerbang menuju eksplorasi Biaro Bahal.

Biaro Bahal I

Biaro Bahal mulai mendapat perhatian yang cukup signifikan dari media massa akhir-akhir ini. Hal itu membuat tingkat kunjungan wisata ke Bahal juga meningkat. Kawasan biaro Bahal biasanya ramai dikunjungi pada akhir pekan atau saat hari libur nasional. Pengunjung biaro Bahal didominasi oleh wisatawan lokal dari dalam provinsi Sumatera Utara. Untuk menjaga kenyamanan anda selama berada di biaro Bahal, sebaiknya anda menggunakan busana yang nyaman sebab suhu di wilayah Padang Lawas biasanya cukup panas. Anda juga perlu menggunakan tabir surya untuk menangkis paparan terik sinar matahari sebab untuk menikmati keindahan biaro Bahal anda harus siap berpanas-panas ria.

Biaro Bahal terdiri atas 3 bangunan candi yang letaknya terpisah-pisah. Pengunjung biaro Bahal akan memulai perjalanannya dengan mengunjungi biaro Bahal I. Biaro Bahal I adalah bangunan yang paling besar dan letaknya paling dekat dengan jalan raya. Untuk masuk ke dalam area wisata ini, anda tidak perlu membayar sepeser pun karena tiket masuk ke biaro Bahal gratis. Anda hanya perlu mengeluarkan uang Rp. 2000 saja sebagai biaya parkir kendaraan. Struktur bangunan biaro Bahal terbuat dari batu merah. Sejumlah patung religius dan relief-relief cantik menghiasi bagian kaki biaro Bahal.

Selain rerumputan hijau, disekitar biaro Bahal I juga terdapat struktur batu persegi yang cukup luas sehingga akan menambah kesan antik dari objek wisata ini. Pelataran biaro Bahal juga cukup luas dan dikelilingi oleh pagar yang terbuat dari batu merah juga. Dari fonadasi hingga puncaknya, tinggi biaro Bahal I mencapai hampir 3 meter. Bentuk bulat pada atap biaro Bahal I menegaskan jika biaro ini dibangun dengan arsitektur Budha yang sangat kental.

Biaro Bahal II

Puas berkeliling di biaro Bahal I, selanjutnya pengunjung dapat melanjutkan trip wisatanya menuju biaro Bahal II. Biaro bahal II terletak sekitar 500 meter dari biaro Bahal I. Secara keseluruhan, bentuk dan struktur biaro Bahal II sangat mirip dengan biaro Bahal I. Secara garis besar, yang membedakan kedua bangunan itu hanyalah ukuran biaro ke II yang relatif lebih kecil dari biaro pertama. Namun jika dilihat lebih jauh, perbedaan relief dan bentuk atap pada biaro Bahal II juga akan membentuk karakter yang berbeda pada masing-masing bangunan.

Bangunan terakhir yang harus anda kunjungi sebelum mengakhiri perjalanan anda di desa Bahal adalah biaro Bahal ke III. Biaro bahal ke III terletak lumayan jauh dari dua bangunan pertama. Untuk mencapai biaro ke III, anda perlu berjalanan kaki melewati pemukiman dan areal persawahan. Di biaro Bahal III, anda akan mendapati bentuk bangunan yang juga mirip dengan dua biara sebelumnya namun dengan ukuran yang lebih kecil. Letaknya yang sedikit berada di wilayah pedalaman desa Bahal, membuat suasana di biaro ke III tampak lebih sepi. Di sekitaran biaro ke III, anda akan menjumpai reruntuhan bangunan-bangunan kuno yang lebih luas sebarannya.

 Biaro Bahal III

Setelah menyelesaikan tur anda di kompelks biaro Bahal, anda juga dapat melanjutkan tur ke objek wisata lainnya di kabupaten Padang Lawas. Padang Lawas merupakan salah satu daerah di Sumatera Utara yang telah ada sejak zaman kerjaan Sri Wijaya. Hal itu membuat bumi Padang Lawas kaya akan berbagai artefak dan peninggalan bersejarah yang juga sangat recommended untuk di eksplorasi. Selain biaro Bahal, di padang Lawas juga terdapat sejumlah titik-titik candi Budha lainnya. Namun sayangnya, walau berstatus sebagai cagar budaya, tapi kondisi sebagian besar candi-candi kecil itu kini hanya tinggal reruntuhan saja.

Selain wisata sejarah, anda juga dapat mencari alternatif-alternatif wisata lainnya di daerah ini. Beberapa objek wisata terkenal lainnya yang ada di Padang Lawas diantaranya pemandian Milas dan Siraisan. Padang Lawas adalah salah satu daerah yang menyimpan sejumlah kekayaan dan potensi wisata yang belum tereksplor sepenuhnya. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas kita untuk mengunjungi, kemudian mengenalkan dan mempromosikannya agar lebih banyak objek wisata potensial di pulau Sumatera yang pesonanya menggaung lebih jauh.
Baca Juga

Author

Admin Admin JelajahSumatera.com Berbagi kisah, Tips and trik seputar wisata Pulau Sumatera.

Post a Comment