24 tempat Wisata Hits di Sumatera Barat yang jarang orang tahu

Kali ini kami bakal mengejutkankita dengan susunan tempat wisata di Sumatera Barat yang belum tidak sedikit orang tahu. Danau Toba sering jadi primadonaketika membicarakan pesona utama Sumatera. Tapi, tak terdapat salahnya menyisir permata tersembunyi yang tersebar diunsur Barat di antara pulau terbesar di dunia ini, bukan? Infrastruktur tidak lagi hambatanguna datang ke sana. Jika tertarik dengan opsi yang menantang nikmati sensasi touringdengan mengerjakan perjalanan berkendara 2 hari dari Jakarta. Atau, ambil jalan yang lebih praktis dengan pilihan penerbangan di sekian banyak  jam dengan harga mulai dari Rp.500.000,- dari Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Internasional Minangkabau yang dapat memangkas waktu Anda menjadi 2 jam perjalanan saja. Bersiaplah terpana dengan pelbagai kekayaan budaya serta keindahan alamnya! Mulai dari darat sampai laut, ada tidak sedikit sekali lokasi menawan yang dapat dijelahi. Bahkan pemandangan di sepanjang jalannya saja sudah dapat membuat kita terpesona. Simak susunan tempat-tempat yang mesti dikunjungi di bawah ini, dan maksimalkan waktu kunjungan Anda ke Sumatera Barat. 1. Rumah pohon di atas bukit: Taruko Café & Resto Percayalah, tempat santap yang asri ini terletak tidak jauh dari kota. Taruko Café & Resto sesuai untuk dijadikan lokasi bersantai, dapat ditempuh melulu dalam 20 menit perjalanan dari kota Bukittinggi dan sedang di dasar Lembah Ngarai Sianok. Perjalanan ke dasar lembah ini didominasi medan berbatu, lumayan menantang namun pengorbanan Anda tentu terbayar! Tempat kecil yang spektakuler ini mempunyai pemandangan hutan lebat, pebukitan, sawah, lapangan terbuka, dan sungai yang paling indah. Di sini, Anda bakal dikelilingi oleh bangunan yang serupa Rumah Gadang dengan atap-atap menjulang – jadi siaplah terbenam dalam kekayaan kebiasaan Indonesia yang sesungguhnya. Dinamai lokasi tinggal pohon, sebab cafe utamanya sendiri memang dibangun serupa sebuah pohon raksasa, mencerminkan mimpi yang pasti dipunyai oleh seluruh anak-anak. Tersedia masakan khas Sumatera Barat (kami sarankan Nasi Dendeng Batokok) atau kita juga dapat menyeruput kopi seraya menggantung kaki. Pemandangan hijau yang menyegarkan, seraya ditemani musik santai, inlah liburan yang sesungguhnya! Alamat: Jalan Taruko, Lembah Ngarai Sianok, Nagari Sianok Telepon: 0821 7115 7023 Jam Buka: Senin hingga Sabtu, 08.00 – 18.00 Website Kawasan 1000 Rumah Gadang Lokasi: Nagari Koto Baru, Kabupaten Solok Selatan Cara ke Sana: Tidak sulit menemukan desa ini. Jaraknya sekitar 150 km dari Padang, setara berkendara 3,5 jam dan desa ini terletak di pinggir jalan raya Jalan Utama Solok Selatan di mana akan ada petunjuk besar mengarah ke desa ini. 2. Danau memesona dan kebun buah: Lawang Adventure Park Nikmati pemandangan utuh Danau Maninjau di lokasi yang dijuluki Second place of Swedia ini. Julukan itu memang tidak berlebihan, lagipula jika Anda dapat datang di kala senja. Dengan biaya masuk 10 ribu rupiah saja kita bebas menjelajahi masing-masing sudut lokasi ini. Ada tidak sedikit ragam kegiatan tersedia. Lawang Park menyediakan ragam hiburan yang sesuai untuk semua penyuka selfie, sampai penggila olah raga fanatik seperti paralayang. Banyak wisatawan yang diciptakan terkagum dengan panorama eksotis Danau Maninjau yang terhampar tepat di depan mata mereka. Jika tertarik merasakan sensasi fajar atau senjanya yang magis, terdapat sejumlah penginapan yang siap mendampingi malam Anda. Di samping itu, di Lawang Park kita juga dapat memetik stroberi, apel dan jeruk langsung dari kebun bila sedang musimnya. Bayangkan merasakan buah-buahan segar nan lezat seraya memandangi keindahan alam. Tergoda untuk menikmati pengalaman yang lebih menyatu dengan alam? Coba saja bermalam di dalam tenda seraya ditemani jutaan bintang! Lokasi: Nagari Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam Telepon: 0813 6340 6633 Jam Operasional: Senin hingga Minggu, 07.00 – 18.00. Tiket Masuk: Rp10.000 per orang | Parkir mobil Rp5.000, motor Rp3.000 Cara ke Sana: Pergilah ke Bukittinggi, dan dari sana, lokasi ini dapat ditempuh 45 menit berkendara (sekitar 23 km) andai Anda memungut arah turun Jalan Ngarai ke Simpang Matur, yang dekat dengan tempat ini. Koordinat di sini. Website 3. Melancong ke Nagari 1000 Rumah Gadang Berbeda dengan Rara Jonggrang yang meminta 1000 candi dalam masa-masa semalam, area rumah Gadang ini di bina dalam masa-masa yang lebih lama. Lagi pula, nama lokasi ini tidak dapat diterjemahkan secara harfiah sebab besar bisa jadi jumlahnya tak hingga seribu rumah. Anda dapat diundang guna menginap satu atau dua malam di di antara rumahnya, menonton tarian tradisional, dan mempelajari adat istiadat suku aslinya! Kompleks lokasi tinggal tradisional ini terletak di kabupaten Solok Selatan. Rumah Gadang bisa dengan gampang dikenali lewat atap-atap runcing yang dinamakan gonjong, yang konon merepresentasikan tanduk kerbau, emblem suku pribumi Minangkabau. Anda dapat mengejar Rumah Gadang dengan gampang di semua kabupaten ini, namun mampirlah ke Desa Koto Baru guna sensasi yang lebih intim. Ada 174 lokasi tinggal di perumahan ini jadi sudah tentu Anda dapat merasakan empiris yang lebih menyeluruh saat berkunjung. 4. Jajaran pegunungan, air terjun dan sawah; Lembah Harau Anda bakal dimanjakan keindahan alam dan harta tersembunyi lainnya di Lembah Harau. Air terjun yang gagah? Ada. Hamparan padi berwarna hijau? Ada. Kolam yang indah? Ada. Pegunungan yang megah? Ada! Semua urusan yang ditelusuri pencinta alam terdapat di sini semua. Lembah Harau tepat dijepit oleh dua bukit yang menjulang. Di area ini berderet tebing-tebing granit terjal yang memiliki elevasi dari 80 m sampai 300 m. Dengan tebing tinggi tersebar di mana-mana, pencinta panjat tebing paling dimanjakan lewat kendala yang bervariasi. Beberapa orang bahkan mengklaim tingkat kendala bebatuan granit ini setara dengan Lembah Yosemite yang tersohor di Amerika Serikat! Lokasi: Kota Payakumbuh, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Cara ke Sana: Dari Payakumbuh (138 km dari Padang) jaraknya kira-kira 30 menit perjalanan ke area Lima Puluh Koto sebagai pintu masuk lembah ini. Temukan koordinatnya di sini. Tiket Masuk: Rp5.000 guna dewasa | Rp3.000 guna anak-anak. 5. Berlayar ke pulau cantik yang masih alami: Pulau Pagang Sudah pernah dengar mengenai Pulau Pagang? Jika belum, ini ketika yang tepat guna mengenalkannya untuk Anda. Photo by wey.akhdiat.appel Naikilah perahu ke Pulau Pagang di mana pasir putih dan air yang bening siap menyambut Anda. Airnya begitu biru dan bening dan tentunya Anda bakal langsung tergoda melompat dari perahu walau belum menginjakkan kaki di pulau ini. Pemandangan bawah lautnya juga diisi dengan ikan berwarna-warni, menjadikannya tujuan yang pas bikin fans snorkeling! Berhubung belum tidak sedikit diketahui oleh turis, ini juga dapat jadi tempat yang sempurna guna pencinta solo traveler atau yang tidak menyenangi keramaian lokasi Anda juga dapat mendirikan tenda dan merasakan hari berganti di ambang pantai. Photo by wey.akhdiat.appel Sebagai pulau kecil dan belum terlampau populer, memang kemudahan yang terdapat pun belum lengkap. Hanya ada sejumlah cottages saja dengan kisaran harga selama Rp250.000 hingga Rp300.000/malam dan aliran listrik pun masih terbatas melulu tersedia dari pukul 6 senja sampai 12 malam. Meski begitu, tidak boleh khawatir dengan ketersediaan air, sebab persediaannya di sini lumayan melimpah. Photo by shintyaesha Pulau Pagang Telepon: +751 705 0036. Cara ke Sana: Dari Padang pergilah ke Pelabuhan Bungus (10 km) di mana Anda mesti mengunjungi sejumlah penyewaan perahu dan menggali harga yang pas guna Anda (biasanya mulai dari Rp250.000 per orang). Setelahnya, butuh waktu selama 50 menit guna sampai di pulau tersebut memakai speedboat. Website 6. Permadani hijau di ambang danau: Kebun Teh Alahan Panjang Pencinta teh merapat! Ada lokasi yang sempurna guna Anda. Terletak di elevasi 1.400 hingga 1.600 meter di atas permukaan laut, Kebun Teh Alahan Panjang (di Gunung Talang Solok) akan menyerahkan kesejukan dan jauh dari kerumunan turis. Photo by rahmikhamsita Anda tentu akan menyenangi bentang alam hijau dan udara sejuk yang dibaur dengan wewangian teh. Di lokasi ini, kita juga dapat melihat petani-petani teh memetik daun-daun terbaik. Photo by kaliliangsumbar Yang paling menciptakan menarik tujuan ini ialah adanya dua telaga cantik sekaligus! Danau Kembar, sama laksana kebun tehnya sendiri, terletak di dataran tinggi, menjadikannya lokasi yang paling pas guna mengasah keterampilan fotografi! Photo by yogiewd and ryadieddy Bukan tersebut saja, seluruh keindahan alam ini dapat dinikmati dengan ongkos sebesar nol rupiah saja. Jadi tunggu apa lagi? Ajak ramai-ramai sahabat, family dan kerabat Anda kini juga! Photo by riandautari Kebun Teh Alahan Panjang Lokasi: Air Batumbuk, Gunung Talang Solok, Sumatera Barat 27365 Cara ke Sana: Jaraknya 65 km dari Padang ke Solok dan terletak di Kecamatan Lembah Gumanti. Jalanannya lumayan santai dan Anda bakal melawati pertambangan kapur yang masih aktif serta pabrik semen. Karena itu, waspadalah dengan truk-truk besar yang mengarungi jalanan. Koordinat di sini. 7. Gua tersembunyi di bawah air terjun: Air Terjun Lubuk Bulan Berkunjunglah ke Lubuk Bulan guna mendapatkan empiris yang bisa menyihir Anda. Aliran air terjun ini jatuh dari elevasi 50 meter ke dalam empang alami berbentuk sabit di bawahnya. Photo by im_andin, bloodyaudi, ullyrohanas Tetapi daya tariknya, Anda tentu akan terpikat begitu memahami ada gua tersembunyi di bawahnya! Tidak salah bila penduduk lokal menyebutnya “Air Hilang”! Photo by zakka_um Ini lokasi yang asyik guna duduk dan bersantai sambil memperhatikan suara air bergemuruh yang mendinginkan – atau siaplah berpose guna mengambil sejumlah foto selfie, sendirian atau bareng teman-teman Anda! Photo by atomaziz Air Terjun Lubuk Bulan Lokasi: Koto Alam, Kanagarian Simpang Kapuak, Kabupaten Lima Puluh Kota. Cara ke Sana: Air terjun ini berjarak 4-5 jam berkendara dari kota Payakumbuh. Dari sana masih butuh ditempuh 1,5 jam lainnya ke Simpang Kapuak dan perjalannnya lumayan terjal jadi dianjurkan berkendara memakai motor eksklusif off-road. 8. Pemandangan luar biasa dari puncak: Bukit Guguak Sarai Khusus pencinta foto fanatik dan sarat tantangan, Bukit Guguak Sarai ialah destinasi mesti yang mesti dikunjungi. Dari elevasi sekitar 800 mdpl, Anda dapat melihat bentang alam berupa hamparan sawah, lokasi tinggal penduduk, dan pun bukit yang berbaris-baris berjejer sepanjang mata memandang. Tempat ini jelas jadi surga untuk para pendaki plus fotografer dengan pemandangan lapang dari puncaknya. Photo by egaabdullatif Jalur mengarah ke puncak tersebut diciptakan sendiri oleh swadaya semua penduduk Koto Sungai Lasi. Meski terkesan paling menantang, hanya perlu sekitar 15 hingga 20 menit saja guna sampai di puncak bukit! Photo by yosi saputra Buat kita yang menyenangi panorama alam yang dibungkus dengan udara segar, bersiaplah dimanjakan dengan keindahan yang spektakuler di lokasi ini. Photo by sarirabble Jika sedang berangjangsana ke sini, ingatlah keselamatan tetap jadi nomor satu. Satu urusan lagi, tidak boleh pernah menodai kemegahan alam di sini dengan sampah atau juga aksi vandalisme. Bukit Guguak Sarai Tiket Masuk: Hanya bayar parkir sebesar Rp3.000 guna motor dan Rp5.000- guna mobil. Cara ke Sana: Dari Solok jaraknya 15 menit berkendara melewati Sawahlunto. Lalu ambil belokan kanan kesatu setelah mengejar SDN 05 Guguak Sarai ambil belokan ke kanan lokasi Anda akan mengawali perjalanan terjal dengan berlangsung kaki. Koordinat di sini. 9. Seakan menginjak hutan di negeri dongeng: Hutan Lumut Singgalang Fans berat trilogi Lord of the Rings? Jangan hingga melewatkan tujuan satu ini. Gunung Singgalang jadi mimpi masing-masing pencinta belantara. Lautan pepohonan hijau Instagrammable yang kadang kala diselimuti kabut. Photo by mpir07 Sesuai dengan namanya, hal menarik yang jadi karakteristik hutan ini tak beda tak bukan ialah lumut. Tak melulu di batang pohon saja, lumut pun beredar sampai dahan-dahan pohon, menciptakan semua pepohonan besar di sini terlihat kian eksotis tanpa mesti melalui proses editing. Hutan Lumut ini sebetulnya bukanlah objek wisata resmi. Kawasan yang menawan ini adalahsalah satu jalur yang mesti dilalui jika kita sedang mengarah ke Gunung Singgalang melewati jalur perkampungan Pandai Sikek. Tak heran, tidak sedikit pendaki ditemukan sedang beristirahat di di antara tempat sangat Instagenic ini. Photo by ulex4330 Photo by gnwn sllhi and mputraalbarry Jangan sungkan guna meng-upload langsung potret Anda ke Instagram. Berkat adanya menara sinyal dekat area ini, akses 4G dapat didapatkan dengan mudah. Photo by vriscameydina Hutan Lumut Singgalang Cara ke Sana: Meski ada tiga rute mengarah ke Gunung Singgalang (Toboh, Balingka, Pandai Sikek), Anda dianjurkan mengambil jalur Pandai Sikek sebab jaraknya lebih dekat ke Padang, di mana hanya perlu sekitar 6 jam saja untuk menjangkau hutan ini. Koordinat di sini. 10. Terbius keindahan Air Terjun Gadih Ranti Air terjun jatuh bebas dari sebuah tebing setinggi 50 meter, membelah permukaan air di bawahnya dan membuat buih-buih air kecil di sekitarannya. Sungguh membius siapapun yang melihatnya. Photo by agungagustiar Hal yang menjadikan tempat ini unik adalah adanya beberapa tingkatan dan lokasi air terjun berbeda-beda. Daerah di sekitar air terjun ini pun dikelilingi oleh tanaman hijau merambat yang membuat seolah-olah ada air keluar dari tanaman tersebut. Photo by chaerul walad Yang paling seru, air terjun ini tidak memiliki aliran air yang deras. Artinya, Anda bisa bermain-main sepuasnya dengan aman. Photo by andiefron Selain air terjun yang bersih dan juga segar, daya tarik lainnya adalah sebuah kolam pemandian yang diberi nama Gadih Ranti yang terletak di atas air terjun. Menurut cerita lokal nama ini didapat dari seorang ratu yang memerintah kawasan ini dan kolam tersebut dulunya digunakan sebagai tempat mandi sang ratu tersebut. Air Terjun Gadih Ranti Lokasi: Nagari Tanjung Sari, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Cara ke Sana: Air terjun ini terletak di perbatasan Jorong Dama Gudang dan Jorong Arikia, tidak jauh dari Danau Maninjau. 11. Danau biru di puncak gunung: Danau Laut Tinggal Dijuluki Danau Perawan, permata tersembunyi berwarna pirus ini terletak di puncak Gunung Malintang. Dikelilingi oleh bentangan alam berwarna hijau yang mengayomi Anda dari kebisingan kota. Photo by hefryrahmadanes Belum tidak sedikit orang memahami keberadaan telaga ini, hanya sejumlah tim penggiat alam bebas saja yang pernah merasakan keindahannya. Meski terlihat menggoda, sebenarnya kandungan sulfur di dalamnya paling pekat sampai-sampai tidaklah memungkinkan guna berenang di telaga berdiameter selama 2 km ini. Tapi, tentunya pemandangannya saja telah lebih dari lumayan untuk dinikmati. Photo by Reza angriawan Opsi guna menginap di lokasi ini pun tidaklah memungkinkan, tapi andai Anda tidak berkeberatan untuk istirahat 1 malam saja di dalam tenda, lokasi ini menjanjikan pemandangan telaga yang sangat estetis di malam yang tenang ditemani dengan sejuta bintang. Danau Laut Tinggal Lokasi: Ujung Gading, Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat 26353, Indonesia Telepon: 0852 7180 3123 Cara ke Sana: Perjalanan ke sini lumayan panjang dan berliku. Sekitar 4 jam berkendara dari Padang ke Kota Simpang Empat, ibu kota Kabupaten Pasaman Barat. Dari sana, perlu perjalanan selama 10 jam ke desa tua yang dinamakan Desa Simpang Lolo Sosopan lokasi Anda dapat meminta pertolongan pemandu lokal guna mengantar ke danau. Koordinat di sini. 12. Hutan batu di puncak nan runcing: Puncak Microwave Entah siapa yang memberi julukan unik ini, tapi begitu Anda sampai di sana pasti pemandangan indahnya akan langsung mengalihkan perhatian Anda. Photo by memen yuchai Sama seperti Guguak Sarai, tempat ini menyediakan banyak sekali spot berfoto. Sangat disarankan untuk berangkat di pagi atau sore hari berhubung terbatasnya area untuk berteduh dari sinar matahari! Photo by canii17 sumbargreat arifeeadi Formasi bebatuan alami ini terbentuk selama ratusan atau bahkan ribuan tahun. Kikisan air hujan memangkas bagian batu yang lebih lunak sehingga menyisakan puncak-puncak tajam yang menjulang tinggi. Photo by nyawulan Jika ingin menaiki salah satu puncaknya, pastikan keselamatan tetap jadi prioritas Anda. Puncak Microwave Cara ke sana: Dari Sawahlunto pergilah ke kawasan Silungkang tempat situs ini berada tidak jauh dari Simpang Puskesmas. Temukan koordinat ke Silungkang di sini. 13. Si biru yang tersembunyi: Danau Biru Talawi Birunya danau ini dijamin akan menyegarkan mata, apalagi jika menyukai olahraga hiking! Untuk menemukan permata tersembunyi ini Anda perlu berkendara sejauh 13 km dari pusat kota Sawahlunto, melewati jalanan belantara, barulah menemukan kecantikan alam satu ini. Danau Biru bukanlah danau alami, melainkan danau yang terbentuk akibat pengerukan dari penambangan batu baru selama bertahun-tahun lamanya (bahkan masih aktif sampai saat ini!). Photo by fandy rastafarra Berhubung situasinya yang terpencil, jangan ragu untuk bertanya kepada masyarakat lokal perihal lokasi pastinya. Popularitas tempat ini sedang menanjak, informasi mengenai lokasinya pun sudah mulai tersebar luas. Untuk membayar rasa lelah di perjalanan, jangan ragu menyisihkan banyak waktu di sini untuk bersantai sambil menyantap makan siang yang sebaiknya Anda siapkan sebelumnya! Photo by yungjefri and fitrisucidelina satriarangga sr Danau Biru Talawi Lokasi: Tumpuak Tangah, Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat 27443 Tiket masuk: Hanya perlu membayar parkir, Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil. Cara ke Sana: Danau ini terletak 13 km utara Sawahlunto, atau sekitar 30 menit berkendara ke arah Kebun Binatang Kandi. Koordinat di sini. 14. Berbaur dengan tradisi masyarakat lokal di Kepulauan Mentawai Jika Anda punya semangat traveler sejati, pasti bakal suka bertemu orang baru dan menikmati budaya yang berbeda. Dan, tidak ada cara yang lebih baik untuk saling mengenal satu sama lain selain menghabiskan waktu bersama secara langsung! Photo by dionagam Photo by rimba ecolodge sumatra Suku Mentawai punya salah satu budaya paling unik, dan beberapa adat istiadat tersebut masih dilestarikan sampai sekarang – namanya, membuat tato! Praktik khusus mereka ini sama dengan seni melukis tubuh di era modern, namun menggunakan tinta alami, dan setiap motifnya punya makna penting tersendiri. Misalnya, jika Anda seorang pemburu, maka tatonya akan seputar hewan. Photo by dionagam Photo by explore nagari and moniquemantell and rimba ecolodge sumatra Meski Anda mengira tradisi ini usang atau aneh (misalnya ritual berburu, penggunaan anak panah yang diolesi racun, keyakinan animisme), pengalaman seperti ini sangatlah berharga, dan akan memberikan pengetahuan tentang kekayaan budaya yang hanya dapat ditemukan di tempat ini. Mentawai juga menyuguhkan pesona keindahan pantai dan alamnya yang memukau. Selain itu, tempat ini juga jadi markas berkumpulnya satwa-satwa khas seperti Beruk Mentawai, Monyet Ekor Babi, Tupai Kasturi, dan masih banyak lagi. Photo by fabrizio alessi Photo by mikenmab Persoalan akomodasi tidak perlu dipikirkan karena sudah banyak pilihan tempat menginap yang bisa memastikan Anda menjelajah di tempat ini selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Kepulauan Mentawai Cara ke Sana: Kepulauan Mentawai terletak di laut lepas Sumatera Barat, dan terdiri dari empat pulau utama, yaitu Siberut, Pagai Utara, Pagai Selatan, dan Sipora. Pulau Siberut adalah yang wajib Anda kunjungi. Perlu perjalanan 10 jam dari Pelabuhan Bungus di Padang ke Muara Siberut dengan biaya perahu mulai dari Rp105.000 untuk kelas Ekonomi sampai Rp400.000 untuk kelas Eksekutif. Kami sarankan untuk menggunakan jasa pemandu yang akan tersedia begitu sampai pelabuhan. 15. Adu balap sapi khas Minangkabau yang menegangkan: Pacu Jawi Anda mungkin tidak asing lagi dengan Pulau Madura dan tradisi balap sapinya yang terkenal (Karapan Sapi), namun tahukah Anda tradisi ini bukan hanya milik Madura saja! Anda juga dapat menemukannya di Sumatera Barat, pada gelaran yang dikenal dengan istilah Pacu Jawi. Photo by a.different.smith Jika belum pernah mendengar sebelumnya, ini bukan balapan sungguhan! Sebaliknya, ini adalah sebuah permainan atau perayaan yang digelar untuk sapi muda setelah masa panen (tidak ada binatang yang disakiti di sini). Jika tidak keberatan bermain kotor-kotoran, aktivitas ini harus dicoba. Tapi ingat bahwa ini dilakukan di atas lumpur, jadi siaplah untuk terkena cipratan! Photo by wey.akhdiat.appel Tertarik memacu adrenalin? Kalau begitu balapan ini bisa mengangkat energi Anda ke titik tertinggi. Saat kebanyakan permainan adalah kontes untuk melihat siapa yang bisa memenangkan sesuatu terlebih dahulu, poin utama dalam permainan ini bukanlah siapa yang mencapai garis akhir pertama, melainkan siapa yang bisa tetap menjaga sapi ini berlari di garis lurus. Tugas yang tidak semudah kedengarannya! Photo by assistant photography Konon “garis lurus” ini juga merupakan sebuah filosofi lokal, untuk mendorong komunitas ini hidup dengan integritas dalam kehidupan sehari-hari mereka. Awalnya Pacu Jawi murni sebagai sarana hiburan bagi petani usai masa panen, tetapi seiring dengan popularitasnya pagelaran ini pun turun menyedot perhatian masyarakat lainnya bahkan turis. Pacu Jawi di Tanah Datar Cara ke Sana: Balapan ini digelar selama empat minggu di empat kecamatan di Tanah Datar: Pariangan, Rambatan, Lima Kaum, dan Sungai Tanah. Tanah Datar terletak sekitar 97 km dari Padang dan untuk ke sana cukup ambil Jalan Padang, Jalan Raya Solok. Koordinat di sini. 16. Mendaki “atap” pulau Sumatera: Gunung Kerinci Di ketinggian 3.805 mdpl, Gunung Kerinci jelas jadi tempat idaman bagi para pencinta pendaki gunung, karena itu ini jadi tempat yang wajib dikunjungi apalagi jika Anda senang mencari tantangan! Photo by binawagana Faktanya Gunung Kerinci adalah gunung api tertinggi di Indonesia dan masuk bagian kawasan konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat, yang terletak di antara berbatasan Padang dan Jambi. Jalur menuju puncak sangat menantang, jadi bersiaplah untuk mendaki selama 9 sampai 11 jam dari pintu masuk (Pintu Rimba) sampai ke Shelter 3 saja. Dari sana, Anda hanya butuh 1 atau 2 jam mendaki untuk mencapai puncak. Photo by binawagana Ini terdengar sulit, tetapi seperti kata pendaki lainnya, pemandangan di atas sungguh mengagumkan sehingga sangat disarankan agar Anda pergi ke sana. Pemandangan awan, bukit, dan lembah sejauh mata memandang di setiap langkah yang diambil. Photo by raihanalhafizd Photo by nasutionazmi Photo by katrography Untuk memastikan pengalaman yang optimal, Anda sebaiknya mempersiapkan fisik paling tidak 1 bulan sebelum pendakian dengan olahraga teratur. Gunung Kerinci Cara ke Sana: Rute terbaik adalah dari Padang dan menaiki minibus ke kawasan Sungai Penuh dan mintalah berhenti di Desa Kersik Tuo, desa terdekat menuju gunung, di mana Anda bisa menginap di salah satu homestay (harga mulai Rp80.000 per malam). Jika mau, bisa juga memakai jasa porter sekitar Rp250.000 per hari. Koordinat di sini. 17. Menyepi di surga tropis nan sunyi: Pulau Cubadak Sebagian dari kita menyukai air terjun, ada yang suka pegunungan dan hutan hijau, tapi kadang kita semua sepakat, yang benar-benar dibutuhkan adalah surga tropis! Pulau kecil nan eksotis ini merupakan pintu masuk liburan ke salah satu tempat tersembunyi di Sumatera Barat. Cukup kecil (dengan luas hanya 40 km) tetapi memiliki banyak sekali daya tarik alam yang memesona. Photo by mustafa.noer Photo by mitraevi Pastinya Anda akan langsung dibuat jatuh cinta dengan hutan yang belum disentuh, pantai-pantai berpasir putih (dengan pesisir membentang sejauh 1,5 km), dan juga pemandangan bawah air yang tak terlupakan tempat Anda bisa bermain snorkeling atau diving – atau sekadar berjemur dengan matahari yang akan menghangatkan kulit Anda. Photo by ayokapasisia Saking terpencilnya, pulau ini baru memiliki satu akomodasi saja: Cubadak Paradiso Resort yang cantik. Dengan 14 bungalow (mulai dari USD 120 per malam, dan dibangun di atas air!) menyerupai arsitektur Minangkabau tradisional, kami yakin Anda tidak akan mau pulang! Photo by pennybunny Photo by pennybunny Bagi pasangan muda, tidak salah jika Anda mencoba pengalaman berbulan madu di pulau yang sepi ini, mengingat suasana asri dan nyaman sangat mudah ditemui di tempat ini. Photo by gotravelly and riaraazni and stefi lee92 Jika Anda tidak suka perairan, ada hutan dan bukit yang bisa dijelajahi. Untuk bisa melakukannya, sangat disarankan menyewa jasa pemandu mengingat masih banyak satwa liar seperti monyet, rusa, babi dan sebagainya yang masih berkeliaran bebas di pulau ini. Pulau Cubadak Cara ke Sana: Dari Padang berkendara ke arah selatan ke pelabuhan ikan Carocok (57 km, atau sekitar 2-3 jam berkendara). Dari sana, Anda bisa menaiki perahu cepat (sekitar Rp150.000) selama 20 menit menuju pulau. Jika Anda menginap di Paradiso Resort Anda dapat mengatur penjemputan di bandara jika memesan penginapan 3 malam. Koordinat di sini. Website 18. Berpesta pora dalam perayaan penuh warna: Festival Tabuik Pariaman Untuk traveler pencinta atraksi budaya, datanglah ke Pariaman tempat Anda akan menemukan Festival Tabuik yang penuh warna dan menyenangkan. Perayaan ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Aisyriah (wafatnya cucu Muhammad, Hussein Bin Ali, di Perang Karbala). Perayaan ini dimulai sejak jam 6 pagi dari alun-alun kota, jadi pastikan tidur lebih awal malam sebelumnya! Photo by ManuKretyawan Tabuik terdiri dari dua macam, ada Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang. Keduanya mewakili dua wilayah berbeda di Kota Pariaman. Sejak tahun 1982, perayaan Tabuik ini secara resmi dijadikan bagian dari kalender pariwisata Kabupaten Padang Pariaman. Tabuik sendiri berarti peti mati kayu, dan menurut legenda, peti mati Hussein diangkat langsung ke langit oleh seekor binatang mitos disebut buraq (kuda bersayap dengan kepala manusia). Parade ini berakhir di Pantai Gandoriah tempat menara tersebut dilepas ke lautan lepas. Photo by ceritaminang.cnj Jika ingin beruntung, cobalah menarik sebagian dari material dari pilar tersebut yang terbuat dari bambu, kayu, dan hiasan lainnya, saat dua pilar itu diapungkan di atas air. Jangan takut, penduduk setempat pun melakukannya! Photo by travelpadangbukittinggi Jika kebetulan sedang berada di daerah Pariaman ketika perayaan ini berlangsung, pastikan Anda singgah! Photo by aresjonekson Festival Tabuik Pariaman Cara ke Sana: Kabupaten Pariaman terletak sekitar 55 km dari Padang, atau sekitar 1,5 jam perjalanan. Koordinat di sini. 19. Tenggelam di tengah keunikan kota kecil nan antik: Payakumbuh Sama dengan kawasan lainnya di seluruh dunia, Sumatera Barat menawarkan kota-kota dan desa-desa khas yang dipenuhi dengan tradisi dan rumah-rumah klasik. Salah satunya adalah Payakumbuh, kota terpadat kedua di provinsi ini. Meski kota yang menghubungkan Padang dan Pekanbaru ini relatif kecil, tapi bukan berarti membosankan! Ada banyak tempat-tempat unik yang bisa dikunjungi untuk memaksimalkan perjalanan Anda di Sumatera. Beberapa di antaranya, pastinya Anda tidak asing lagi dengan Jembatan Kelok 9 (pas untuk adegan berfoto), atau Jembatan Ratapan Ibu yang bersejarah, tempat tentara lokal dibunuh massal oleh tentara Belanda. Jika Anda pencinta museum, berkunjunglah ke Museum Rumah Kelahiran Tan Malaka yang memamerkan perjalanan hidup salah satu bapa pendiri bangsa. Tak kalah menarik adalah balap bebek terbang. Jangan remehkan namanya, dengan pemandangan Gunung Singgalang dan Malintang, alam di sekitarannya juga sungguh luar biasa. Ada juga adat istiadat lain yang berasal dari budaya Minangkabau yaitu “pertunjukan seni” yang disebut Randai. Sebuah perpaduan tarian, seni bela diri, musik, dan koreografi, Anda wajib menyaksikannya! Tak lengkap rasanya jika belum membahas kuliner khas! Jangan lewatkan batiah – sejenis rengginang manis, dan tentu saja, rendang. Dijamin, Anda tidak akan pernah kelaparan di sini! Cara ke Sana: Ada banyak transportasi bus yang melayani rute Payakumbuh dari Padang, dengan waktu tempuh sekitar 2,5 sampai 3 jam berkendara. Koordinat di sini. 20. Belajar menenun dan berburu songket di Desa Pandai Sikek Jika Anda menggemari atau bahkan koleksi kain tradisional, desa ini wajib dikunjungi! Di sini, ada banyak toko yang menawarkan songket khas Minangkabau, dan Anda bahkan bisa melihat dan mempelejari proses pembuatannya, dan bagaimana seniman lokal juga menenun kain buatan tangan tersebut. Jadi bukan hanya Anda mendapatkan pelajaran baru, Anda juga bisa menambah koleksi pakaian tradisional Anda! Harga dari kain tersebut bervariasi tergantung dari kesulitan motifnya, karena itu lebih sulit makan lebih tinggi pula harga yang ditaksir. Sehelai kain harganya bisa mencapai 15 juta rupiah, sebuah harga yang pantas untuk sebuah mahakarya seni bernilai tinggi. Desa ini juga dipenuhi dengan banyak kerajinan kayu, dan jika menginap di desa ini Anda juga akan dikelilingi oleh sawah luas dan pemandangan Gunung Singgalang – sebuah liburan yang sempurna! Cara ke Sana: Desa ini terletak sekitar 15 km dari Bukittinggi, berkendara selama 30 menit. Koordinat di sini. 21. Menikmati keindahan Goa Ngalau Indah, Payakumbuh Tepat dekat pintu masuk kota Payakumbuh, Anda akan menemukan pintu masuk lainnya menuju “ruang” berbatu. Yang akan ditemukan adalah Ngalau Indah, sebuah gua dengan dinding berwarna hijau. Warna hijau tersebut sebetulnya berasal dari lumut yang menutupi bebatuan, memberikan kesan segar di dalam gua ini. Photo by reonaldarma Anda juga bisa menemukan bebatuan stalaktit dan stalagmit, dan jika melihat ke atas, akan ada sekumpulan kelelawar yang sedang tidur siang! Berhati-hatilah, jangan sampai mereka terganggu. Pihak pengelola telah mengubah tempat ini jadi lebih ramah keluarga dengan menambahkan fasilitas seperti tangga, jembatan, taman bermain, dan warung makanan. Bahkan, jika pergi ke puncak bukitnya, Anda akan dihadiahi dengan pemandangan luas Kota Payakumbuh. Pemandangan ini akan jadi cara terbaik untuk menutup hari, apalagi jika Anda berencana menikmati matahari tenggelam! Di dalam goa ini terdapat batu berbentuk gong atau sebuah alat musik, dan memiliki suara mirip dengan gong yang sedang dipukul. Gua Ngalau Indah Lokasi: Pakan Sinayan, Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat 26225 Cara ke Sana: Situs ini terletak dekat pintu masuk Payakumbuh. Koordinat di sini 22. Berwisata ke masa lalu: Istana Pagaruyung Batusangkar Jika Anda masuk ke istana kerajaan Minangkabau, Anda akan menemukan pemandangan sempurna ini. Ini merupakan objek wisata yang berbentuk rumah gadang yang terkenal dan dijadikan sebagai cagar budaya oleh masyarakat Minangkabau. Di dalamnya, Anda akan menemukan artefak dan perkakas kerajaan, meski kita akan lebih terpukau dengan luasnya ruangan ini dengan 11 gonjong, 72 tiang, dan 3 lantai, tempat ruang utama dimiliki oleh puteri yang sudah menikah. Kalau bangunan ini saja sudah membuat takjub, Anda pasti lebih terpukau lagi mengetahui bahwa sebetulnya ini bukanlah istana asli! Istana Pagaruyung sebetulnya merupakan sebuah replika istana asli yang dibangun oleh Raja Adityawarman di tahun 1347. Bangunan ini sempat terbakar, bukan hanya sekali, dua kali, melainkan tiga kali. Pertama oleh Belanda tahun 1804, lalu di tahun 1996 dan 2007, karena petir. Meski hanya sebuah replika, struktur bangunan ini dibuat sama persis dengan aslinya, dengan atap runcing khas wilayah ini. Jangan lupa untuk mengambil gambar saat di sini. Bangunannya unik dan tidak mungkin bisa Anda temukan di tempat lain di Indonesia! Walau kondisinya sudah tidak orisinil, tetapi Istana Pagaruyung ini tetap jadi destinasi favorit yang ramai dikunjungi para traveler. Istana Pagaruyung Batusangkar Alamat: Jalan Sultan Alam Bagagarsyah, Batusangkar, Tanah Datar. Koordinat di sini. Tiket Masuk: Rp7.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak. Jam Operasional: Senin sampai Minggu, 10.00 – 16.00. 23. Desa tertua di Sumatera Barat: Nagari Pariangan Jika Anda mencari spot fotografi sempurna, jangan cari ke tempat lain! Terletak di kaki Gunung Merapi, Nagari Pariangan digadang sebagai salah satu desa tercantik di dunia oleh sebuah majalah internasional. Gelar tersebut tidak berlebihan – dikelilingi pepohonan rindang, ladang pesawahan di sisi lembah, dan Rumah Gadang yang masih terawat apik, desa kecil ini dibangun di atas tanah yang terjal dan hanya memiliki luas 18 km saja. Karena dekat dengan gunung berapi yang masih aktif, ada pemandian air panas terdekat yang dinikmati banyak penduduk setempat untuk bersantai. Ini tempat yang pas untuk beristirahat dan sejenak melupakan beban pikiran Anda! Nagari Pariangan juga dianggap jadi desa tertua di Sumatera Barat, karenanya orang menyebut bahwa budaya Minangkabau berasal dari tempat ini. Malahan, ladang sawah yang disebut Sawah Gadang Satampang sekarang dianggap sebagai situs warisan budaya. Konon katanya, di sinilah padi pertama ditanam oleh leluhur mereka. Satu hal yang pasti, lokasi ini bukan hanya penting dan penuh makna budaya saja, melainkan juga sangat indah dan memesona! Nagari Pariangan Cara ke Sana: Dari kota Batusangkar jaraknya masih 13 km lagi untuk sampai di Nagari Pariangan. Koordinat di sini. 24. Seni bela diri tradisional: Kampung Wisata Kubu Gadang Sama dengan Pacu Jawi, perayaan yang terjadi di Desa Kubu Gadang di Padang Panjang diadakan tepat setelah masa panen. Akan tetapi, alih-alih balap kerbau, bersiaplah menyaksikan penampilan bela diri (yang sama-sama dilakukan di atas lumpur!). Meski desa ini dikelola sebaga kampung wisata (terletak 1,5 jam dari Padang), seni bela diri (yang disebut pencak silat) yang diperagakan sangat penting bagi masyarakat asli Minangkabau dan masih dipertunjukkan oleh masyarakat muda setempat yang besar di desa ini. Dan hasilnya menarik! Melatih salah satu jenis silat yang disebut Silek Lanyah, para petarung akan saling memukul dan menendang di atas ladang berair yang dipenuhi lumpur. Photo by Silek Tuo Minangkabau Pasti keren kalau aksi-aksi keren ini ditampilkan dalam film! Desa Wisata Kubu Gadang Lokasi: Jalan H. Miskin, Kelurahan Ekor Lubuk, Padang Panjang Timur Telepon: 0852 6380 9321 Di Sumatera Barat, ada banyak hal yang bisa dilihat, dicium, dirasakan dan dinikmati – arsitektur memesona, budaya menarik, makanan lezat, dan pemandangan alam yang akan membuat Anda tercengang. Anda mungkin akan selalu ingin kembali ke sana! Semua yang tercantum di atas merupakan data terakhir pada saat artikel ini dibuat. Jika ada perubahan/update terbaru yang Anda ketahui, silakan informasikan kepada kami untuk segera diperbaharui. Terima kasih! Beritahu kami
Baca Juga

Author

Admin Admin JelajahSumatera.com Berbagi kisah, Tips and trik seputar wisata Pulau Sumatera.

Post a Comment