Bukit Siguntang: Cerita Pilu Ketika Tempat Bersejarah, tanpa Perawatan yg utuh

Senin (4/3) Apa yang diharapkan ketika berkunjung ke Bukit Siguntang?. Berziarah ke makam-makam kuno atau sekadar melepaskan penat kehidupan Kota. Bukit Siguntang terletak di Jl. Sultan Moh. Mansyur, Bukit lama, Ilir Barat I, Palembang. 

Jika menggunakan kendaraan sendiri, maka langsung saja cek lokasinya di google map. Jika kamu orang luar Sumatera Selatan, maka dari bandara kamu bisa langsung naik taxi Online dengan tujuan Bukit Siguntang.

Bukit Siguntang saat ini dikelola dibawah naungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan.
Pengunjung yang datang dikenai karcis tanda masuk sebesar Rp3000,- untuk Dewasa. Apabila membawa anak-anak maka, anak-anak juga dikenai karcis sebesar Rp. 2000,-.


Kemudian untuk pengunjung yang membawa kendaraan bermotor maka juga dikenai tambahan karcis parkir. Untuk kendaraan roda dua dikenai sebesar Rp. 1500,- dan untuk kendaraan roda empat dikenai karcis Rp. 3000,-.
Namun kami langsung dikenai Rp. 5000,- untuk satu orang dewasa dan satu kendaraan roda dua.

Suasana tampak lengang, sejauh mata memandang tidak tampak keramaian pengunjung. menurut petugas yang lagi bersih-bersih, memang kalau hari biasa (hari kerja) sepi, baru ramai kalau hari libur.

Kini kendaraan tidak boleh lagi dibawa masuk, pengunjung harus jalan kaki. Sementara Kendaraan harus diparkir di luar. Hal ini berimbas kepada jarak jelajah yang jadi lebih pendek.


Banyak bagian dari Bukit Siguntang yang tidak terawat. Pohon-pohon dan rumput-rumput tumbuh dengan liar. Di beberapa bagian ada pohon yang ranting-rantingnya ada yang tumbang namun dibiarkan saja.

Tampak beberapa bangunan sudah tampak rusak, kotor dan tidak terawat. Kursi-kursi taman, dan gazebo sebagai tempat untuk peristirahatan pengunjung tampak tidak lagi layak diduduki. Akses ke Gazebo bahkan sudah ditutupi rumput-rumput. Jalan-jalan yang ada didalam kawasan Bukit Siguntang tampak mulai ditutupi rumput-rumput.

Hanya tersisa makam-makam bersejarah yang masih terlihat agak terawat. Total ada 7 makam bersejarah yang ada di Bukit Siguntang. Diantaranya adalah 
1. Radja Segentar Alam. 
2. Putri Kembang Dadar, 
3. Putri Rambut Selako. 
4. Panglima Batu Api. 
5. Panglima Bagus Kuning. 
6. Panglima Bagus Karang, 
7. Tuan Djunjungan.


Makam-makam bersejarah tersebut tampak masih terawat. Sebagai pelindung panas dan hujan bagi pengunjung yang berziarah makam-makam bersejarah tersebut tampak dibuatkan atap-atap.

Sayangnya makam-makam bersejarah tersebut tidak dilengkapi catatan-catatan sejarah yang menceritakan beberapa kisah-kisah tentang tokoh-tokoh tersebut.

Selain makam di Bukit Siguntang saat ini ada ruang galeri. Ruang tersebut tampak masih baru dibangun. Menurut salah seorang pegawai, ruangan itu memuat patung-patung. Namun sayangnya ruang galeri tersebut belum dibuka untuk umum, hanya dibuka untuk bersih-bersih saja tandasnya.

Sejatinya Bukit Siguntang merupakan tempat wisata yang lumayan termahsyur di kota Palembang. Sangat jarang sekali anak-anak yang tidak tahu mengenai tempat ini.

Sayangnya kepopuleran tempat ini tak membuatnya ramai dikunjungi. Kondisinya yang kurang terawat dan fasilitas pendukung yang kurang memadai membuat orang-orang cenderung malas untuk datang kesini. 

Belum lagi dikenakannya tarif untuk masuk kesini membuat kita seolah-olah hanya membuang-buang uang untuk sekedar berteduh. Saya tahu, perawatan memang perlu biaya namun apa salahnya membuang sedikit uang untuk memelihara sebuah tempat yang kaya nilai historis seperti Bukit Siguntang ini.

Ada baiknya keberadaan Bukit Siguntang ini lebih diperhatikan lagi. Jangan sampai tempat bersejarah yang satu ini hilang menjadi hutan belantara karena kurangnya perhatian dari dinas terkait.

Kebersihan lingkungan bukit Siguntang sangat perlu untuk dijaga jangan sampai bangunan-bangunan  yang ada leyap karena digerogoti lumut.

Sangat disayangkan keberadaan bangunan-bangunan lama yang dibangun sebagai fasilitas penunjang kenyamanan pengunjung menjadi terbuang percuma. Dikarenakan kondisinya yang tidak terawat dan dipenuhi Lumut.
Baca Juga

Author

DK DK JelajahSumatera.com Berbagi kisah, Tips and trik seputar wisata Pulau Sumatera.

1 comment

  1. just share info aja, RATU MEDIKA adalah toko online yang menjual kursi roda traveling untuk jalan-jalan. Kursi roda liburan (kursi roda bepergian) ukuran kecil dan ringan. Kursi roda haji yang biasa digunakan saat naik haji dan naik pesawat. Kursi roda lipat ukuran mini yang ringan dan praktis masuk bagasi pesawat, untuk lebih jelasnya dapat membuka link ini: RatuMedika.com

    ReplyDelete

Post a Comment

Kami menunggu komentar dari kamu :)