Berkunjung ke Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya Sore hari, ada apa saja?

Jelajahsumatera.com - Taman Purbakala Sriwijaya terletak di jalan Syahyakirti, kelurahan karang anyar, kecamatan gandus Palembang di sore hari. Selasa (5/3) pukul 15,00 WIB
Taman purbakala menjadi objek wisata yang menarik bagi siapa saja. Tempat untuk sekadar bersantai. Terutama untuk mereka yang menyukai wisata sejarah. Di sore hari taman purbakala sriwijaya menjadi tempat kumpulnya anak-anak muda. Terutama mereka yang memiliki pasangan.
Tampak pula sore itu ada sekelompok anak muda mahasiwa-mahasiswi Prodi Sejarah Unsri sedang berkunjung ke taman purbakala sriwijaya.
Menurut salah seorang mahasiswi bernama amel (20) “dari unsri kak, FKIP sejarah” katanya.
“disini kami sedang melihat prasasti kedukan bukit dan jalan-jalan ”tambahnya.
Ketika hendak masuk, maka pengunjung akan dikenai Karcis masuk sebesar Rp. 5000.
Pada sisi kiri gerbang masuk akan tampak kantor-kantor. Kemudian disebelahnya ada Museum Sriwijaya. Menurut petugas yang berjaga yakni pak maman (50) untuk masuk museum dikenai tambahan karcis Rp 2.000” Katanya.
“tapi kalau sore sudah tutup” tambahnya.
“pengunjung ramai berdatangan pada hari-hari libur” tambahnya lagi.
Di bagian depan museum sriwijaya tampak ada arca Budha berukuran besar tinggi 277cm. didalamnya ada banyak peninggalan sejarah lainnya. Sayang jika datang sekitar pukul 15,00 WIB maka sudah tutup.
Sedikit maju dari gerbang hingga mentok ada pendopo cukup besar ditengah tegah. Di belakang pendopo itulah tempat motor diparkirkan dan dijaga seorang satpam.
Pendopo itu memayungi prasasti kedukan bukit di bagian tengah-tengahnya. Wujud asli prasasti tersebut berupa tulisan diatas batu masih tersimpan utuh di bingkai kaca pada sekelilingnya. Dibawah prasasti tersebut ada  tulisan-tulisan disetiap sisi yang mengelilinginya membentu persegi empat..
Persis dihadapan kita saat masuk dari gerbang depan ada tanda peresmian oleh presiden Soeharto. Disamping kanan adalah isi tulisan prasati kedukan bukit dalam bahasa Indonesia. Disebelah kiri adalah isi tulisan prasasti kedukan bukit dalam bahasa Inggris. Sementara dibelakannya adalah tulisan bahasa aslinya seperti yang tertera dalam batu tersebut.
Meninggalkan pendopo dan motor di parkiran ada jembatan menuju pulau yang dikelilingi parit besar. Sebelum itu di depan jembatan ada tulisan I Love Sriwijaya yang cukup instagramable.
Di sepanjang jembatan terdapat beberapa gembok dengan tulisan berupa nama sepasang kekasih.
Di pulau tersebut terdapat taman-taman yang cocok untuk ngumpulnya muda-mudi disore hari. Apalagi bagi sepasang kekasih. Bisa sekalian bawa gembok cinta untuk dipasang di jembatan menuju ke pulau tersebut. Romantis.











Baca Juga

Author

Deka Firhansyah, S.I.P. Deka Firhansyah, S.I.P. JelajahSumatera.com Berbagi kisah, Tips and trik seputar wisata Pulau Sumatera.

Post a Comment