Menghabiskan akhir pekan, menikmati keindahan wisata Pagaralam

Palembang - JelajahSumatera.com- Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dunia kerja adalah dunia yang melelahkan dimana hari demi hari yang dilalui serasa begitu monoton. Pergi pagi pulang malam adalah bagian dari rutinitas kami. Dimulai dihari senin hingga jumat rutin setiap minggunya. Pada weekend kali ini ada sedikit agenda yang berbeda. Barangkali weekend ini akan menjadi pelepas lelah kami dari rutinitas kerja.

Weekend kali ini akan diisi dengan liburan menikmati dataran tinggi di Sumatera Selatan. Rombongan kami terdiri dari tiga Mobil.

Mobil Pertama dikemudikan oleh pak Teguh selaku Driver di kantor kami, dimobil ini ada Rafi, saya sendiri Deki, Dodi, Frengky, dan Fadil.

Di mobil kedua dikemudikan oleh kk Erwin dimana membawa Intan, Nisa, Nadiah, Fajar, Zaidan, kk Arza sebagai penumpangnya.

Kemudian mobil ketiga dikemudikan  oleh kak Indra dan membawa istrinya yuk Gea, kk Rizky, kk Angga, Ecen,  dan Anis sebagai penumpangnya.

Perjalanan kami dimulai pada jumat malam yakni sekitar pukul 22:43. Sengaja kami memutuskan memulai perjalanan di malam hari dikarenakan masih banyak pekerjaan kantor yang harus diselesaikan hingga malam hari.
Suasana mobil yang saya tumpangi sebelum berangkat

Setelah kurang lebih 3 jam melakukan perjalanan, pada pukul 00:45 Pak teguh menyampaikan bahwa rombongan kami ingin berhenti untuk beristirahat sebentar dikarenakan perjalanan yang melelahkan.

"Guys istirahat di tahu sumedang ye 15 menit" Ujar Pak Teguh.

Setelah beristirahat sejenak kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Pada pukul 3:03 kami akhirnya tiba di daerah lahat, karena perut pak Teguh udah keroncongan beliau memutuskan untuk kembali istirahat untuk makan. Setelah beristirahat kami melanjutkan perjalanan kembali.

Jalanan berliku khas daerah dataran tinggi harus kami lewati. Jalan utama  menuju Kota Pagaralam yang melalui jembatan indikat ditutup sementara dikarenakan sedang diadakan pengecoran, sehingga kami pun harus melalui jalur Gumai.

Jalan yang kami lalui ini relatif sepi, terlihat amat jarang kendaraan berlalu-lalang. Jalanan yang sepi tak membuat kendaraan kami dapat bebas melaju dengan cepat . Dikarenakan kondisi jalan yang relatif sempit dan berliku kemudian juga disertai lubang disana sini amat riskan rasanya bila memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi.


Dengan kecepatan sedang perjalanan kami terasa cukup menyenangkan pegunungan bukit barisan mulai terlihat pertanda tujuan kami mulai dekata. Pada akhirnya gunung Dempo mulai nampak di pandangan kami pertanda kami telah tiba di  Kota Pagaralam. Pada saat itu jam menunjukkan angka pukul 5:43.


Pada saat itu rombongan kami memutuskan untuk kembali beristirahat di SPBU terdekat.




Setelah beristirahat kamipun melanjutkan perjalanan menuju rumah salah satu rekan kami yakni mbak Esence yang memang warga lokal pagaralam.

Setibanya dirumah mbak Esense hal pertama yang terpikirkan oleh kami tentu saja adalah beristitahat.
Kondisi badan rasanya lelah sekali. Pegal-pegal terasa di sekujur  badan. Namun keindahan pemandangan ini seolah menghapus rasa lelah yang sangat terasa di badan saya.

Sementara pak Teguh dan kk Erwin terlihat begitu lelah dan memilih untuk beristirahat dengan membaringkan diri dan memejamkan mata.
Zaidan kk Arza dan kk Frengky pun melakukan hal yang sama.
Karena semuanya tampak kelelahan sayapun akhirnya ikut membaringkan diri dan tertidur sejenak.

Setelah beristitahat sejenak dan tertidur kami semuapun bangun untuk sarapan pagi sembari mengingat kembali alasan kami jauh-jauh berangkat kesini.
Keindahan alam inilah alasan kami berada disini 👍🙏😁

Dari rumah Esence, kami melanjutkan perjalanan menuju Villa Daksina, dimana kami akan menginap selama berada di Pagaralam.
DaksinaVilla tempat kami Bermalam

DaksinaVilla memiliki 2 buah kamar dimana terdapat kamar mandi di dalam masing-masing kamar dan sebuah kamar mandi diluar. Fasilitas yg tersedia juga lumayan lengkap. Kamar mandinya sudah modern disertai dengan shower yang mana juga bisa menggunakan air hangat. Kamarnya bersih dan cukup luas sehingga cukup untuk kami bertujuh dalam satu kamar.



Terdapat fasilitas berupa Tv di dalam. Fasilitas karaoke juga tersedia di luar kamar yakni pada gazebo yang disediakan dimana dapat difungsikan secara beramai-ramai.
Selain fasilitas tersebut juga ada fasilitas Wifi, teropong, sepeda dan ayunan serta peralatan memasak. Namun demikian walaupun memiliki fasilitas yang lengkap tak membuat kami terlelana begitu saja.

Rugi rasanya bila jauh-jauh datang ke Pagaralam namun tidak berkeliling menikmati keindahan alamnya.

Destinasi wisata tujuan kami adalah tugu rimau dimana ini merupakan titik tertinggi yang dapat di capai dengan menggunakan kendaraan. Untuk memasuki kawasan ini kami dikenai biaya 15rb per mobil.

Perjalanan kami menuju puncak berlangsung cepat, pak Teguh dengan terampil melalui jalanan yang berliku meninggalkan 2 mobil rombongan kami yg dikemudikan kk Fajar dan kk Indra.

Perjalanan kami menuju pucak di warnai hujan yang cukup lebat, sehingga kami menduga bahwa tak dapat begitu menikmati suasana di Tugu Rimau. Sesuau dugaan kami ketika tiba diatas hujan begitu lebat, kamipun memutuskan untuk tetap didalam mobil menunggu hujan reda sembati menunggu iringan 2 mobil dibelakang kami.

Cukup lama kami menunggu hujanpun tak kunjung reda, salah satu mobil iringan kami memutuskan untuk memutar karena bensin yang menipis. Sudah setengah jam kami menunggu rombongan kami yang satunya tak kunjung tiba di Tugu Rimau sementara hujanpun belum reda. Kamipun memutuskan untuk turun kebawah, mengambil sedikit foto dari dalam mobil.

Dalam perjalan turun, hujan mulai sedikit reda, kami juga berpapasan dengan mobil rombongan kami yg dikemudikan kk Indra. Rombongan ini memutuskan untuk lanjut ke Tugu Rimau sementara kami memutuskan untuk tetap turun.

Dalam perjalanan turun kami bertemu dengan rombongan kk Dimas yang sedang asyik berfoto.














Karena hujan sudah cukup reda kamipun memutuskan untuk berhenti sejenak dan ikut berfoto-foto. Setelah puas foto-foto rombongan kami melanjutkan kembali perjalanan menuju Villa.

Setibannya di Villa kamipun beristirahat melepaskan lelah dan kecewa tak dapat foto-foto di Tugu Rimau. Disaat kami sedang beristirahat rombongan mobil kk Fajar menghubungi kami, mereka mengajak kami jalan ke Air Terjun Curup Mangkok.

Kamipun memutuskan untuk ikut kecuali Dodi dan pak Teguh yang lebih memilih untuk beristirahat. Perjalanan kami menuju Air Terjun berkelok-kelok dikarenakan kami yang tidak menguasai jalur perjalanan. Alhamdulillah walaupun beberapa kali harus berputar karena salah jalur kamipun tiba di Air terjun Curup Mangkok.

Sayangnya keindahan Curup Mangkok cukup terkikis karena hujan yang mengguyur membuat air terjun menjadi keruh.




Air Terjun yang keruh tak mengurangi semangat kami untuk menikmati suasana Air Terjun. Dikarenakan hari mulai sore mobil Rombongan kami yang dikemudikan Rafi, memutuskan untuk kembali ke Villa.

Tibanya di villa ternyata sudah ada rombongan kk Dimas yang memutuskan untuk mampir sejenak menikmati fasilitas karaoke di Villa yang kami tempati.

Puas berkaraoke rombongan kk Dimas memutuskan untuk langsung menuju hotel tempat mereka akan bermalam selama di Pagaralam.

Sementara rombongan kk Indra yang menginap di Rumah Esence mampir ke Villa kami sekitar jam 19:00. Pengen ngikut berkaraoke katanya, sementara rombongan kami lebih banyak beristirahat sembari tidur- tiduran hingga akhirnya tertidur beneran.

Pada malam harinya kami yg udah tertidur yakni saya, Dodi, kk Erwin, Fadil dan pak Teguh dibangunkan untuk makan malam.

Setelah, makan malam kami melanjutkan tidur yg tertunda. Udara dingin, khas pegunungan menemani tidur kami malam ini.Keesokan paginya kami terbangun, sementara saya sibuk mempersiapkan tulisan ini, kawan yang lainnya memilih untuk Jogging pagi, mencuci mobil, dan memasak mie instan sebagai menu sarapan kami pagi ini.







Demikianlah kisah perjalanan kami di Pagaralam Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.










Baca Juga

Author

Admin Admin JelajahSumatera.com Berbagi kisah, Tips and trik seputar wisata Pulau Sumatera.

Post a Comment